Seorang
tokoh besar, sesosok pemimpin yang dikenang, tidak ada satupun dari mereka yang
egois, memikirkan dirinya sendiri. Yang mereka pikirkan adalah apa yang bisa
mereka berikan
untuk lingkungannya. Ya, jika di dalam Islam, memberi adalah suatu cara agar
kita bermanfaat bagi orang lain.
Seperti
sabda Baginda Nabi SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni).
Jadi,
semakin banyak kita memberi, maka semakin sempurnalah kebahagiaan kita hidup di
dunia ini.
Bung Karno
selalu memikirkan rakyatnya sampai-sampai hampir melupakan dirinya sendiri,
hingga menyebabkan beliau menjadi satu-satunya presiden negeri ini yang tidak
memiliki rumah sendiri hingga akhir hayatnya.
Lalu teladan
agung dalam sejarah adalah junjungan kita, Rasulullah Muhammad SAW. Ketika
nyawanya telah sampai di ujung, apa kata-kata terakhir yang terucap dari bibir
Baginda Nabi?
Ya, Umatku…Umatku…Umatku….
Ya, Umatku…Umatku…Umatku….
Di
penghujung hidupnya saja, beliau masih sempat untuk memikirkan kita. Itulah
bukti dan tanda kecintaan beliau kepada kita kaumnya.
Nah, untuk
menjadi pribadi Muslim yang bermanfaat, kurang lebih hanya 2 hal yang bisa kita
berikan: KARYA dan PRESTASI.
Lalu, apakah
PRESTASI dan KARYA BESAR yang telah teman-teman persembahkan untuk bangsa dan
umat yang mulia ini?
Sudahkah ada usaha dari kita untuk membalas budi jasa-jasa Baginda Rasulullah SAW tersebut?
Tangan di atas sangatlah lebih baik
dibandingkan tangan di bawah.
Yuk, mulai saat ini, kita biasakan diri kita untuk saling memberi,,,,
Yuk, mulai saat ini, kita biasakan diri kita untuk saling memberi,,,,

0 komentar:
Posting Komentar